Contoh iklan komersial bisa jadi inspirasi terbaik buat kamu yang mau naikkan penjualan, bangun brand, atau sekadar belajar cara membuat iklan yang menjual tanpa membosankan.
Di era digital seperti sekarang, iklan bukan cuma soal gambar atau video keren — tapi cara kamu menghubungkan pesan dengan kebutuhan audiens.
Di artikel ini, kita bakal bahas apa itu iklan komersial, ciri-ciri, jenisnya, sekaligus contoh-contoh nyata yang bisa jadi blueprint buat kamu — baik itu pebisnis kecil, UMKM, atau marketer pemula.
Baca juga: Panduan Lengkap untuk Merancang Brand Marketing Campaign yang Sukses
Apa Itu Iklan Komersial?
Menurut sumber dari kumparan Iklan komersial adalah bentuk iklan yang dibuat khusus untuk mempromosikan produk atau jasa dengan tujuan utama mendapatkan keuntungan atau penjualan.
Jadi, kalau kamu pernah lihat iklan di TV, billboard, atau media sosial yang ngajak kamu beli sesuatu — ya itu lah iklan komersial.
Secara garis besar, iklan komersial itu:
- Menyampaikan informasi produk/jasa
- Dirancang untuk memengaruhi keputusan beli
- Dipasang melalui media yang bisa menjangkau banyak orang
It bukan sekadar pengumuman atau info gratis — sarat strategi pemasaran di dalamnya.
Ciri-Ciri Iklan Komersial
Kalau kamu mau tahu apakah suatu iklan termasuk iklan komersial atau bukan, coba lihat ciri-cirinya berikut ini:
- Bersifat berbayar
Iklan ditempatkan di media yang butuh anggaran — baik itu TV, koran, atau digital platform. - Bersifat berbayar
Iklan ditempatkan di media yang butuh anggaran — baik itu TV, koran, atau digital platform. - Bukan komunikasi personal
Iklan disampaikan secara massa kepada publik, bukan ke orang per orang. - Ada sponsor yang jelas
Nama brand atau perusahaan jelas terpampang di iklan sebagai pihak yang menawarkan produk/jasa. - Target audiens spesifik
Iklan biasanya dibuat berdasarkan segmentasi yang sudah ditentukan, misalnya ibu rumah tangga atau generasi milenial.
Contoh Iklan Komersial dari Brand Besar yang Terbukti Efektif

Contoh iklan komersial dari brand besar bukan cuma menarik secara visual, tapi juga kuat secara strategi. Mereka nggak asal bikin iklan—setiap kata, visual, dan cerita dirancang buat ngedorong emosi sekaligus aksi beli.
Nah, di bagian ini kita bakal bedah contoh-contoh iklan komersial dari brand besar dan pelajaran penting yang bisa kamu tiru.
1. Indomie – “Indomie Seleraku” (Emosional + Konsisten)
Indomie adalah contoh klasik iklan komersial yang sukses membangun brand recall luar biasa. Hampir semua orang Indonesia langsung ngeh begitu dengar slogan “Indomie Seleraku”.
Kenapa iklan ini efektif?
- Ceritanya dekat dengan kehidupan sehari-hari (anak kos, keluarga, kerja lembur)
- Visual sederhana tapi relatable
- Pesan konsisten selama bertahun-tahun
Pelajaran penting:
Iklan komersial nggak harus ribet. Kalau ceritanya dekat dengan target market dan diulang secara konsisten, efeknya bisa jangka panjang.
2. Aqua – “Ada Aqua?” (Positioning yang Kuat)
Aqua berhasil membuat nama brand-nya menjadi sinonim dari produk air mineral. Orang nggak bilang “air minum”, tapi “Ada Aqua?”
Strategi iklannya:
- Fokus pada kebutuhan dasar (haus)
- Menempatkan brand sebagai solusi default
- Narasi sederhana tapi kuat secara positioning
Pelajaran penting:
Iklan komersial yang bagus bukan cuma jualan produk, tapi menanamkan kebiasaan di kepala konsumen.
3. Nike – “Just Do It” Campaign (Storytelling + Inspirasi)
Nike bukan cuma jual sepatu, tapi menjual semangat dan identitas. Kampanye “Just Do It” sering menampilkan atlet, perjuangan, kegagalan, dan keberanian.
Kenapa iklan Nike selalu nempel?
- Storytelling kuat (emosi > produk)
- Fokus pada perjuangan manusia
- Brand muncul sebagai “teman perjalanan”, bukan penjual
Pelajaran penting:
Iklan komersial yang powerful seringkali menjual perasaan, bukan spesifikasi produk.
4. Coca-Cola – “Share a Coke” (Personalisasi & Emosi)
Coca-Cola pernah mengganti logo botol dengan nama orang. Secara sederhana, tapi efeknya luar biasa.
Strategi iklannya:
- Personalisasi (nama konsumen)
- Mengaitkan produk dengan momen sosial
- Mendorong user-generated content (orang foto botol mereka)
Pelajaran penting:
Iklan komersial akan jauh lebih kuat kalau konsumen merasa dilibatkan, bukan cuma ditargetkan.
5. Apple – “Shot on iPhone” (Bukti Nyata, Bukan Klaim)
Apple jarang bilang “kamera kami paling canggih”. Mereka langsung menunjukkan hasilnya lewat foto dan video yang diambil oleh pengguna iPhone.
Kenapa iklan ini cerdas?
- Produk dibuktikan lewat hasil nyata
- Menggunakan user sebagai “testimoni hidup”
- Visual jadi senjata utama
Pelajaran penting:
Iklan komersial yang efektif seringkali menunjukkan, bukan menjelaskan.
6. Gojek – Iklan Cerita Kehidupan Sehari-hari
Gojek sering membuat iklan yang menggambarkan:
- Driver yang berjuang
- UMKM yang terbantu
- Pelanggan dengan masalah harian
Strategi iklan Gojek:
- Storytelling lokal
- Fokus pada dampak, bukan fitur aplikasi
- Emosional tapi tetap relevan
Pelajaran penting:
Kalau target market kamu lokal, iklan komersial yang “membumi” jauh lebih ngena.
7. Tokopedia – “Mulai Aja Dulu” (Motivasi + Brand Message)
Tokopedia mengangkat isu ketakutan memulai usaha dan mengubahnya jadi pesan motivasi.
Kenapa ini efektif?
- Menyentuh masalah psikologis audiens
- Brand hadir sebagai solusi dan penyemangat
- Pesan simpel tapi relevan
Pelajaran penting:
Iklan komersial yang bagus sering berangkat dari masalah emosional, bukan sekadar kebutuhan teknis.
Kesalahan Umum yang Sering Terjadi Saat Membuat Iklan Komersial

Supaya iklanmu lebih efektif, hindari beberapa kesalahan berikut:
- Fokus hanya pada fitur, bukan manfaat: Audiens tidak tertarik dengan fitur teknis, tetapi bagaimana produk menyelesaikan masalah mereka.
- Judul terlalu panjang atau membingungkan Judul yang terlalu rumit hanya bikin audiens skip iklanmu.
- Konten tidak sesuai dengan target audiens: Iklan yang gagal menyasar kebutuhan segmen audiensnya akan cepat diabaikan.
Tips Membuat Iklan Komersial yang Menjual
Kalau kamu mau bikin iklan komersial yang bener-bener bekerja, coba praktikkan strategi ini:
- Kenali target audiens kamu — siapa mereka, apa yang mereka butuhkan.
- Gunakan bahasa sederhana dan persuasif — bikin pesanmu mudah diingat.
- Tes beberapa versi iklan — lihat mana yang paling efektif.
- Gunakan storytelling — orang suka cerita yang punya emosi.
- Optimasi visual di platform masing-masing — iklan di TV beda dengan TikTok.
Baca juga: Panduan Analisis SWOT Bisnis untuk Maksimalkan Keputusan Strategis
Kesimpulan
Contoh iklan komersial yang kuat bukan hanya soal visual atau kata-kunci. Yang bikin iklan itu efektif adalah kemampuan menarik perhatian, menyampaikan pesan yang tepat, dan memicu tindakan dari audiensnya.
Mulai dari slogan klasik seperti “Indomie Seleraku” hingga iklan global seperti Ford Global Anthem, semuanya punya satu misi yang sama: menghubungkan brand dengan kebutuhan manusia.
Kalau kamu ingin membuat iklan yang bukan hanya dilihat, tapi juga dibeli, gunakan contoh dan strategi di artikel ini sebagai blueprint. Kamu tinggal sesuaikan dengan produk dan target pasarmu — dan hasilnya bisa jauh melebihi yang kamu bayangkan!
Seorang Digital Marketing Specialist berpengalaman sejak 2020, berfokus pada membantu bisnis dan UMKM berkembang melalui berbagai strategi pemasaran digital yang efektif dan efisien seperti pengoptimalan SEO, manajemen sosial media, pelaksanaan iklan digital (Meta Ads dan Google Ads), serta pembuatan Website yang dapat meningkatkan konversi.




